Innalillahi, Khabar Pilu Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad Menghembuskan Nafas Terakhirnya Hari Ini. Al Fatihah

Innalillahi, Khabar Pilu Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohammad Menghembuskan Nafas Terakhirnya Hari Ini. Al Fatihah


**Mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad Meninggal Dunia di Usia 99 Tahun**

Kuala Lumpur, – Dunia politik Malaysia berduka dengan berita kepergian mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad, yang meninggal dunia pada hari ini, di usia 99 tahun. Mahathir, yang dikenal sebagai "Bapa Pemodenan Malaysia," menghembuskan nafas terakhir akibat komplikasi pernapasan, setelah menjalani perawatan intensif di Institut Jantung Nasional (IJN), Kuala Lumpur.

Menurut keterangan resmi dari pihak keluarga dan kantor Mahathir, beliau meninggal dunia pada pukul 08.15 pagi waktu setempat. Sebelumnya, Mahathir telah beberapa kali dirawat di rumah sakit akibat masalah kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan bawah yang dilaporkan pada Oktober 2024. Riwayat masalah jantung dan operasi bypass yang pernah dijalaninya juga turut memperumit kondisinya dalam beberapa tahun terakhir.

**Perjalanan Karier Politik yang Legendaris**

Mahathir Mohamad, lahir pada 10 Juli 1925 di Alor Setar, Kedah, adalah salah satu tokoh politik paling berpengaruh dalam sejarah Malaysia. Ia menjabat sebagai Perdana Menteri Malaysia selama dua periode, yakni dari 1981 hingga 2003 dan kembali pada 2018 hingga 2020. Total masa kepemimpinannya selama 24 tahun menjadikannya Perdana Menteri Malaysia dengan masa jabatan terlama.

Pada periode pertama, Mahathir memimpin transformasi ekonomi Malaysia melalui kebijakan strategis seperti privatisasi perusahaan milik negara, pembangunan infrastruktur seperti Jalan Tol Utara-Selatan, dan Visi 2020 yang menargetkan Malaysia menjadi negara maju. Ia juga dikenal karena sikap vokalnya terhadap kebijakan ekonomi Barat dan advokasinya untuk nilai-nilai Asia serta dunia ketiga.

Kembalinya Mahathir sebagai Perdana Menteri pada 2018 di usia 92 tahun menjadi sejarah tersendiri, menjadikannya pemimpin terpilih tertua di dunia. Ia memimpin koalisi Pakatan Harapan yang mengakhiri dominasi Barisan Nasional selama lebih dari 60 tahun. Namun, pemerintahannya hanya berlangsung kurang dari dua tahun akibat krisis politik yang berujung pada pengunduran dirinya pada Februari 2020.

**Warisan dan Kontroversi**

Mahathir dikenang sebagai arsitek kemajuan ekonomi Malaysia, membawa negara tersebut dari ekonomi agraris menjadi pusat industri dan teknologi di Asia Tenggara. Proyek-proyek besar seperti Menara Kembar Petronas dan pembentukan perusahaan seperti Proton menjadi bukti visinya untuk memodernisasi Malaysia. Namun, masa kepemimpinannya juga tidak lepas dari kritik, terutama terkait kebijakan otoriter seperti penggunaan Undang-Undang Keamanan Dalam Negeri pada 1987 dan pembatasan kebebasan pers.

Meski demikian, Mahathir tetap dihormati di banyak negara berkembang dan dunia Islam karena pandangan politiknya yang berani dan dukungannya terhadap isu-isu seperti perdamaian di Gaza dan persatuan umat Muslim.

**Pemakaman Selepas Solat Asar**

Sesuai dengan tradisi Islam, jenazah Tun Dr. Mahathir Mohamad telah disemadikan pada hari ini selepas solat Asar di Tanah Perkuburan Islam Bukit Kiara, Kuala Lumpur. Upacara pemakaman dihadiri oleh keluarga, tokoh politik, dan ribuan rakyat Malaysia yang ingin memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah meninggalkan jejak mendalam dalam sejarah negara.

Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, dalam keterangannya menyampaikan duka cita yang mendalam. "Tun Mahathir adalah negarawan ulung yang telah mendedikasikan hidupnya untuk Malaysia. Warisannya akan terus hidup dalam kemajuan yang telah kita capai. Semoga Allah SWT mengampuni segala kekhilafannya dan menempatkannya di tempat yang mulia di sisi-Nya," ujar Anwar.

**Reaksi Dunia**

Berita meninggalnya Mahathir juga memicu gelombang ucapan belasungkawa dari pemimpin dunia. Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, melalui akun media sosialnya menyatakan, "Kehilangan Tun Mahathir adalah duka bagi Malaysia dan dunia. Beliau adalah sahabat Indonesia dan tokoh besar yang menginspirasi banyak pemimpin."

Mahathir meninggalkan isteri, Tun Dr. Siti Hasmah Mohamad Ali, dan tujuh anak, termasuk anak angkat. Hingga akhir hayatnya, Mahathir tetap aktif menyuarakan pandangannya melalui media sosial dan kegiatan publik, seperti kunjungannya ke Pos Kawalan Insiden kebakaran saluran paip di Putra Heights pada April 2025.

Kepergian Mahathir menutup lembaran panjang perjuangan seorang dokter, penulis, dan politikus yang telah membentuk wajah Malaysia modern. Semoga beliau beristirahat dalam damai, dan jasanya akan terus dikenang oleh generasi mendatang. Al-Fatihah.